Skip to content
Mengenal Penyebab dan Cara Atasi Keringat Berlebih

Mengenal Penyebab dan Cara Atasi Keringat Berlebih

 

Tubuh setiap orang pasti dapat menghasilkan keringat. Akan tetapi, jika produksi keringat berlebih sehingga menyebabkan ketiak basah sampai dengan bau badan, tentu kondisi tersebut tidak normal. Sebelum permasalahan keringat berlebih ini mengganggu kehidupan sosialmu, sebaiknya segeralah mencari cara untuk mengatasinya.

Sebelum mencari cara mengurangi keringat berlebih, alangkah baiknya jika kamu mengenal terlebih dahulu faktor-faktor yang dapat menyebabkan tubuh memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya. Nah, di sini kamu bisa menemukan penyebab keringat berlebihan serta cara untuk mengatasinya. Yuk, langsung cari tahu informasi lebih lengkapnya di sini!

 

Penyebab Keringat Berlebih

Keringat berlebih tidak timbul dengan sendirinya. Umumnya, ada beberapa faktor yang memicu tubuh memproduksi keringat secara berlebihan. Berikut ini ada sejumlah faktor yang disinyalir dapat menjadi penyebab tubuh mengeluarkan keringat berlebihan:

1.  Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi di mana tubuh memproduksi keringat berlebih tanpa adanya aktivitas fisik atau suhu panas yang memicu produksi keringat. Dengan kata lain, tubuh terus mengeluarkan keringat berlebih meskipun kamu tidak sedang beraktivitas dan berada di tempat yang sejuk.

Gejala hiperhidrosis ini bisa diperhatikan dari banyaknya keringat yang keluar dari telapak tangan, ketiak, atau leher. Bahkan, meskipun kamu sedang berdiam diri di ruangan ber-AC, ketiak dan telapak tangan tetap basah karena keringat yang berlebih ini.

Hiperhidrosis dibagi menjadi dua jenis, antara lain adalah:

●     Hiperhidrosis Primer

Hiperhidrosis primer tidak disebabkan oleh kondisi medis dan keringat berlebih ini muncul pada satu atau beberapa area tubuh. Keringat berlebih ini akan terfokus pada telapak tangan, ketiak, sampai dengan wajah. Belum diketahui secara pasti penyebab dari hiperhidrosis primer ini.

●     Hiperhidrosis Sekunder

Kebalikan dengan hiperhidrosis primer, jenis yang sekunder ini disebabkan oleh kondisi medis penderitanya. Beberapa orang yang berpotensi mengalami hiperhidrosis sekunder adalah pengguna obat-obatan tertentu, penderita diabetes, wanita menopause, kadar gula darah rendah, dan penderita penyakit jantung.

Perlu kamu ketahui bahwa hiperhidrosis bukan gangguan kesehatan yang berbahaya, tapi jika dibiarkan berlarut-larut, tentu kondisi ini akan mengurangi rasa percaya dirimu dan mengganggu kehidupan sosialmu.

Sangat sulit membedakan dua jenis hiperhidrosis. Akan tetapi, jika kamu memiliki riwayat kesehatan yang dapat menyebabkan tubuh memproduksi keringat lebih banyak, maka sangat disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter. Pasalnya, hiperhidrosis bisa menjadi indikasi adanya kondisi kesehatan serius pada tubuhmu.

Bagaimana cara membandingkan antara keringat berlebih yang disebabkan oleh hiperhidrosis dengan keringat biasa? Ada beberapa gejala yang bisa kamu cermati, seperti telapak tangan selalu basah padahal kamu tidak sedang gugup, tubuh terus mengeluarkan keringat meskipun sedang tidak berolahraga dan berada di ruangan ber-AC, keringat terlihat jelas (terutama di area lipatan tubuh), dan kulit terasa lembut karena terus menerus berkeringat.

2.  Sangat Aktif Berolahraga

Keringat yang keluar dari tubuh dapat menjadi indikasi bahwa tubuh sedang berada dalam puncak kebugaran. Orang yang bugar lebih cepat berkeringat ketika mereka berolahraga. Semakin aktif kamu berolahraga, semakin banyak pula keringat yang diproduksi tubuh.

Keringat adalah salah satu cara tubuh untuk menjaga suhu agar tetap rendah ketika sedang melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh, seperti berolahraga. Jadi, apabila kamu adalah orang yang aktif berolahraga, maka tak perlu heran jika tubuhmu mengeluarkan keringat lebih cepat dibanding orang lain yang sehari-harinya jarang berolahraga.

3.  Sedang Demam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tubuh akan mengeluarkan keringat ketika suhu tubuh mulai meningkat. Nah, keringat berlebih bisa menjadi pertanda bahwa tubuh sedang demam. Terkadang kamu tidak menyadari bahwa sedang demam. Kalau kamu merasa tubuhmu mengeluarkan keringat lebih banyak meskipun sedang tidak beraktivitas, cobalah ambil termometer untuk mengukur suhu tubuhmu.

Demam adalah pertanda bahwa sistem imunitas tubuh  sedang memasang pertahanan terhadap apapun yang menjadi penyebab penyakit, entah itu virus maupun bakteri. Pada umumnya, demam bisa turun dengan sendirinya jika kamu beristirahat. Kamu pun dapat menurunkan demam ini dengan minum obat penurun panas.

Jika demam terjadi selama berhari-hari dan tak kunjung membaik setelah beristirahat dan minum obat, maka kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter.

4.  Faktor Obat-Obatan

Tahukah kamu bahwa tubuh bisa berkeringat lebih banyak pada saat kamu mengonsumsi obat-obatan tertentu? Ya, beberapa jenis obat-obatan bekerja dengan merangsang kelenjar keringat untuk memproduksi keringat lebih banyak.

Adapun jenis obat-obatan yang berpotensi merangsang kelenjar keringat adalah dekongestan oral (pseudoefedrin dan fenilefrin), obat untuk mengobati disfungsi ereksi (viagra dan cialis, sampai beberapa jenis obat yang bersifat anti-depresan.

Walaupun beberapa jenis obat-obatan ini menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat berlebih, tapi kamu harus tetap mengonsumsi obat-obatan tersebut jika memang sudah diresepkan oleh dokter. Solusi untuk mengatasi keringat berlebih ini adalah sampaikan keluhan kepada dokter yang merawat agar mereka dapat memberi saran terbaik untukmu.

5.  Sedang Cemas

Pernahkah kamu merasa bahwa telapak tangan menjadi basah karena keringat ketika kamu sedang cemas atau gugup akan suatu hal? Jika pernah, tak perlu khawatir karena kondisi tersebut adalah hal yang sangat wajar. Rasa cemas bisa menjadi salah satu faktor penyebab keringat berlebihan.

Lantas, apa hubungan antara cemas dan keringat yang keluar lebih banyak? Begini penjelasannya. Kecemasan yang kamu alami akan meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan. Kondisi tersebut akan meningkatkan suhu tubuh secara alami. Ketika suhu tubuh mulai meningkat, keringat akan keluar dengan sendirinya.

Setiap orang tentu pernah merasa cemas. Namun, jika kamu merasa memiliki gangguan kecemasan berlebihan sehingga mengganggu kehidupanmu, maka coba kunjungi ahli kesehatan mental untuk mencari bantuan. Lakukan juga olahraga ringan yang dapat mengurangi kecemasan berlebih, seperti yoga yang disertai dengan meditasi.

Nah, itulah beberapa penyebab keringat berlebihan yang harus kamu ketahui sebelum mencari cara untuk mengatasinya. Jumlah keringat yang dikeluarkan oleh setiap orang tentu berbeda-beda. Ketika tubuhmu mengeluarkan keringat lebih banyak sementara orang di sekitarmu tidak, mungkin dirimu sedang mengalami salah satu penyebab keringat berlebih di atas.

 

Cara  Mengatasi Keringat Berlebih

Tak perlu minder ketika tubuhmu memproduksi keringat lebih banyak. Selalu ada cara mengatasi keringat berlebihan yang dapat kamu lakukan. Cara-cara tersebut akan sangat membantumu mengatasi masalah keringat berlebih dan mengembalikan rasa percaya dirimu.

Yuk, intip beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi produksi keringat berlebih:

1.  Gunakan Antiperspirant

Cara mengurangi keringat berlebih yang paling mudah adalah dengan menggunakan antiperspiran. Perlu kamu ketahui bahwa antiperspiran merupakan produk yang tak hanya sekadar mengurangi bau tak sedap di ketiak, tetapi juga efektif mengurangi produksi keringat berlebih.

Apabila kamu memiliki tubuh yang cenderung memproduksi keringat berlebih, tak perlu berpikir dua kali untuk segera menggunakan antiperspiran. Pilih produk antiperspirant yang nyaman untuk kulit, tidak mengandung aluminium, dan mampu memberikan kesegaran lebih lama.

Dove Go Fresh adalah antiperspirant yang bisa kamu pakai untuk mengurangi keringat berlebih. Antiperspiran ini memberikan dua varian, yakni Cucumber and Green Tea dan Pomegranate and Lemon Verbena. Keduanya sama-sama menawarkan aroma yang segar sehingga membuat tubuhmu bebas bau badan selama 24 jam.

2.  Gunakan Pakaian yang Nyaman

Sesuaikan jenis pakaian yang hendak dipakai dengan suhu udara di sekitarmu. Hindari menggunakan baju berbahan tebal saat cuaca sedang panas. Pakaian tebal yang dikenakan pada saat cuaca panas tentu akan membuat tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak.

Untuk memberikan kenyamanan pada dirimu, gunakan pakaian yang terbuat dari bahan-bahan yang bisa menyerap keringat. Adapun bahan pakaian yang dapat menyerap keringat adalah katun, linen, atau sutra

Jika kamu berada di ruangan yang kurang sejuk atau harus beraktivitas di bawah sinar matahari, usahakan memakai pakaian yang tipis (tapi tetap sopan) untuk mencegah tubuh mengeluarkan keringat berlebih.

3.  Mandi Setiap Hari

Masih memiliki kebiasaan malas mandi setiap hari? Yuk, mulai singkirkan kebiasaan tersebut dan mandilah secara rutin setiap hari. Mandi adalah cara terbaik untuk membersihkan tubuh dari keringat, daki, kotoran, dan bakteri yang menempel di kulit. Kalau kamu memiliki masalah keringat berlebih, kamu harus mandi sebanyak dua kali sehari dan lakukan setiap hari.

Saat mandi, gunakan sabun yang dapat membersihkan daki dan bakteri. Jangan lupa untuk  menggosok kulit agar sisa kotoran dan keringat benar-benar terangkat. Walaupun mandi bukanlah cara untuk menghentikan produksi keringat berlebih, tapi setidaknya tubuhmu jadi tetap bersih dan segar jika mandi setiap hari.

4.  Kurangi Konsumsi Makanan Pedas

Kamu suka mengonsumsi makanan pedas? Ketahuilah bahwa makanan pedas seperti cabai, jahe, dan lada dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuatmu berkeringat lebih banyak. Coba perhatikan ketika kamu makan makanan yang sangat pedas, pasti tubuhmu akan mengeluarkan keringat.

Kondisi ini terjadi karena pada saat mengonsumsi makanan pedas tubuhmu memberikan respons seperti tengah mengalami trauma atau stres. Selain itu, suhu tubuh akan meningkat sehingga kamu merasakan sensasi ‘panas’ yang membuat kelenjar keringat menjadi aktif sebagai usaha alami untuk menurunkan suhu tubuhmu.

5.  Kurangi Asupan Kafein

Tak ada salahnya jika kamu adalah seorang yang gemar mengonsumsi kopi atau teh. Akan tetapi, kamu harus tahu bahwa minuman yang mengandung kafein adalah salah satu pemicu timbulnya keringat berlebih. Kafein mempengaruhi sistem saraf pusat. Dampak dari konsumsi kafein dalam jumlah banyak adalah kelenjar keringat menjadi lebih aktif dan produksi keringat semakin banyak.

6.   Periksakan Diri ke Dokter

Keringat berlebih dapat menjadi indikasi adanya penyakit yang serius di dalam tubuh. Kalau kamu sudah melakukan berbagai cara mengurangi keringat berlebih di atas tapi tak kunjung membuahkan hasil, maka periksakan diri ke dokter.

Mengenal Penyebab dan Cara Atasi Keringat Berlebih

Dokter akan menganjurkan serangkaian tes medis untuk mencari penyebab tubuhmu mengeluarkan keringat berlebih. Bila perlu, dokter akan meresepkan beberapa obat-obatan untuk membantu mengatasi masalahmu ini.

Masalah keringat berlebih umumnya dapat teratasi. Jadi, kamu tak perlu minder jika memiliki tubuh yang sering mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak. Tetap jaga kebersihan diri dan gunakan antiperspirant, seperti Dove Go Fresh Cucumber & Green Tea atau pomegranate and lemon verbena dari Dove Deo Fresh akan memberikan kesegaran selama 24 jam dan mengurangi produksi keringat berlebih secara lebih efektif dibanding merk deodoran lain.