Skip to content
6 Fakta dan Mitos Mengenai Bau Badan yang Wajib Kamu Ketahui!

6 Fakta dan Mitos Mengenai Bau Badan yang Wajib Kamu Ketahui!

 

Siapapun pasti enggan memiliki bau badan yang tidak sedap. Namun sayangnya, banyak orang yang harus mengalami bau badan lantaran berbagai hal. Ada yang berspekulasi bahwa penyebab bau badan bisa berasal dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Di sisi lain, ada yang mengatakan bahwa bau badan disebabkan oleh keringat berlebih.

Banyaknya mitos seputar penyebab bau badan mau tidak mau membuat kita bingung. Apa sebenarnya hal yang menyebabkan bau badan? Yuk, temukan jawaban dari semua mitos seputar bau badan yang sering tersebar di masyarakat. Sebelum mempercayai sebuah mitos, ada baiknya jika kita menelusuri faktanya terlebih dahulu.

Kemunculan bau badan memang bikin kita parno dan kurang percaya diri. Bahkan, tak sedikit orang yang rela merogoh kocek besar untuk membeli aneka wewangian yang bisa menghilangkan bau badan.

Di antara sekian banyak mitos seputar bau badan, berikut ini adalah beberapa mitos yang sering diperbincangkan di masyarakat. Apakah itu hanya sebuah mitos belaka atau ada fakta tersembunyi di baliknya?

 

1.  Salahkan Bakterinya, Bukan Keringatnya

Banyak orang berpendapat bahwa keringat adalah salah satu pemicu timbulnya bau badan. Semakin banyak kita berkeringat, semakin tinggi pula risiko kita mengalami bau badan. Namun, perlu kamu ketahui bahwa keringat bukan penyebab utama bau badan, tetapi bakteri yang terdapat pada keringatmu lah yang memicu bau badan.

Bau badan timbul akibat pertemuan keringat dan bakteri yang hidup di kulit. Bakteri akan ‘memakan’ keringat yang diproduksi oleh kelenjar keringat dan keluar dari pori-pori. Saat bakteri memecah keringat, maka menghasilkan senyawa thioalcohols. Senyawa itu mengeluarkan bau bermacam-macam, kadang berbau bawang merah, daging, sampai dengan belerang.

Kesimpulannya, bukan keringat yang seharusnya ‘dituduh’ sebagai penyebab bau badan, tapi bakteri yang ada di kulit. Bakteri penyebab bau badan ini biasa berkembangbiak di bagian tubuh yang lembab, contohnya ketiak. Pada saat ketiak mengeluarkan keringat berlebih, maka keringat tersebut akan bersentuhan dengan bakteri sehingga bau di sekitar ketiak lebih menyengat dibanding bagian tubuh lainnya.

 

2.  Tidak Selalu Keringat yang Menyebabkan Bau Badan

Pernahkah kamu menjumpai orang yang tidak sedang berkeringat tapi memiliki bau badan? Atau justru kamu saat ini sedang mengalami kondisi seperti ini? Seringkali keringat dianggap sebagai penyebab bau badan yang paling utama. Padahal, sejumlah orang yang tidak sedang berkeringat juga bisa mengalami bau badan.

Kesimpulannya, keringat bukan satu-satunya penyebab bau badan. Bahkan, banyak orang yang tidak berkeringat tapi toh tetap bau badan.

Bau badan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari hormon, efek samping obat, sedang mengalami stres, dan penyebab lainnya. Dalam kondisi tersebut sekalipun kita sudah mandi berkali-kali, tapi tetap saja kita mengalami bau badan. Mirisnya, baru mandi saja terkadang badan sudah beraroma tak sedap.

Kalau sudah seperti ini, satu-satunya cara untuk mengatasi bau badan adalah dengan menemukan faktor penyebabnya dan berkonsultasi dengan dokter yang tepat untuk mendapat penanganan yang efektif. Kalau bau badan yang kamu alami karena stres, kamu hanya perlu belajar mengelola stres.

 

3.  Jenis Makanan Tertentu Mempengaruhi Bau Badan

Bukan cuma mempengaruhi kesehatan, makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata turut andil dalam menentukan aroma tubuh. Ya, ada beberapa jenis makanan tertentu yang ternyata bisa membuat bau badan tidak sedap.

Cermati sejumlah makanan pemicu bau badan di bawah ini. Siapa tahu di antara makanan yang disebutkan ini ada makanan favoritmu:

●     Daging Merah

Apapun jenis dagingnya – baik itu daging sapi, kambing, maupun babi – kalaupun dagingnya merupakan daging merah, jika dikonsumsi bisa menimbulkan bau badan. Hal ini terjadi karena daging merah termasuk jenis makanan yang sulit dicerna sehingga menyisakan residu.

Residu yang dihasilkan oleh makanan yang kita konsumsi akan dilepaskan bersama keringat. Akibatnya, keringat yang bercampur dengan residu akan bertemu dengan bakteri yang hidup di kulit dan membuat bau badan jadi lebih kuat.

●     Alkohol

Punya kebiasaan mengonsumsi alkohol? Kalau kamu sedang mencari cara mencegah bau badan sebaiknya kurangi dulu kebiasaan tersebut. Pasalnya, alkohol juga termasuk dalam list minuman yang berpotensi mempengaruhi bau badan.

Saat minuman alkohol yang kamu konsumsi diserap oleh tubuh, maka tubuh akan mencernanya menjadi asam asetik yang akan dilepaskan melalui pori-pori. Semakin banyak kamu mengonsumsi minuman beralkohol, semakin kuat pula bau badanmu sekalipun kamu sudah mandi sebersih mungkin.

●     Makanan Pedas

Sebagai masyarakat Indonesia kita sangat terbiasa menyantap makanan pedas. Namun tahukah kamu bahwa makanan pedas merupakan salah satu penyebab bau badan?

Hal ini disebabkan karena makanan pedas akan melepaskan gas-gas belerang saat dicerna oleh tubuh. Gas yang dilepaskan melalui keringat yang keluar dari pori-pori akan langsung menyatu dengan bakteri. Akibatnya, keringat orang yang menyukai makanan pedas jadi berbau tak sedap.

Akan tetapi, kamu tak perlu khawatir sampai berhenti mengonsumsi makanan pedas. Kamu tetap bisa menyantap makanan pedas. Hanya saja, untuk mengurangi risiko bau badan sebaiknya minum air putih lebih banyak dan mandi dengan sabun antiseptik usai menyantap makanan pedas.

●     Bawang-Bawangan

Satu lagi jenis makanan yang sangat dahsyat dalam mempengaruhi bau badan seseorang, yaitu bawang-bawangan. Baik bawang merah, bawang putih, sampai dengan bawang bombay semuanya memiliki bau yang sangat menyengat sebelum diolah.

Pada saat tubuhmu mencerna makanan bawang-bawangan ini, aroma makanan tersebut akan masuk ke dalam sistem metabolisme tubuh. Alhasil, zat-zat pembuangan yang dikeluarkan melalui keringat akan turut beraroma bawang.

●     Produk Susu

Kamu mungkin tidak menyangka bahwa produk susu juga menjadi pemicu bau badan. Begini penjelasannya, produk susu mengandung kalsium dan protein yang cukup tinggi. Apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak, keduanya akan melepaskan hidrogen Sulfida dan metil merkaptan. Kedua senyawa itulah yang menjadi pemicu bau badan tak sedap.

●     Ikan

Sudah menjadi rahasia umum jika ikan memiliki aroma yang amis. For your information, bau amis ikan disebabkan oleh kolin. Pada saat dikonsumsi, kandungan kolin pada ikan ikut dicerna oleh tubuh. Namun, beberapa orang memiliki tubuh yang tidak mampu mencerna ikan secara sempurna sehingga menghasilkan senyawa trimethylamine melalui keringat.

Ketika senyawa trimethylamine bersentuhan dengan bakteri di kulit, maka aroma tubuh menjadi sangat tidak sebab. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika tubuh turut berbau amis.

●     Sayuran Cruciferous

Siapa bilang konsumsi sayur tidak bisa menyebabkan bau badan? Beberapa jenis sayur tertentu ternyata memiliki kandungan belerang di dalamnya. Sayur yang mengandung belerang antara lain adalah brokoli, lobak, kembang kol, dan brussel sprout. Sebagaimana yang kita ketahui, belerang termasuk jenis senyawa alami dengan aroma yang menyengat.

Belerang dalam sayuran cruciferous ini aman dikonsumsi karena kadarnya pun tidak terlalu tinggi. Akan tetapi, saat ikut dicerna oleh tubuh, maka senyawa belerang akan turut dikeluarkan melalui keringat dan berpotensi menimbulkan bau badan yang cukup kuat.

 

4.  Aktivitas Fisik Bukan Satu-Satunya Penyebab Bau Badan

Habis olahraga, badan jadi bau, ya!” Bukan salah olahraganya, lho. Jika diperhatikan, ada sejumlah orang yang berolahraga bersama dan semuanya turut mengeluarkan keringat. Namun ada satu orang yang mungkin bau badannya lebih kuat dibanding yang lain. Apakah hal tersebut benar-benar karena ia melakukan aktivitas fisik berlebih? Jawabannya tidak.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, orang bisa mengalami bau badan karena masalah hormon atau stres. Bisa jadi seseorang yang bau badannya paling kuat setelah melakukan aktivitas fisik memiliki dua masalah berikut. Sementara itu, ada juga orang yang melakukan aktivitas fisik hingga mengeluarkan keringat lebih banyak tapi bau badannya masih tergolong normal.

 

5.  Kondisi Tubuh dan Kulit Setiap Orang Berbeda

Kita tidak bisa menyamaratakan bau badan setiap orang. Orang yang sama-sama berolahraga sampai berkeringat belum tentu juga sama-sama bau badan. Semua kembali kepada kondisi tubuh dan kulit masing-masing.

Tubuh yang mengalami kelainan hormon atau stres umumnya memiliki bau badan yang lebih menyengat. Sementara itu, jika seseorang memiliki kondisi kulit yang penuh bakteri tentu akan berpotensi bau badan.

Apabila kamu merasa bahwa bau badanmu sudah mulai mengganggu sampai dapat keluhan dari orang lain, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter spesialis kulit. Bisa saja kamu mengalami kondisi kulit yang ‘bermasalah’ sehingga lebih mudah mengalami bau badan dibanding orang lain.

 

6.  Sebersih Apapun Tubuhmu, Risiko Bau Badan Tetap Ada

Sebagian besar orang berpikir bahwa mandi atau melakukan kegiatan membersihkan kulit tubuh adalah langkah sederhana dalam mencegah bau badan. Faktanya, sebersih apapun kita membersihkan tubuh, risiko bau badan tetap ada.

Semua kembali lagi pada kondisi tubuh setiap orang yang berbeda-beda. Misalnya, kamu mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu yang dapat mempengaruhi bau badan, maka tentu bau badanmu lebih kuat dibanding orang lain yang tidak sedang mengonsumsi obat.

Meskipun menjaga kebersihan tubuh bukan satu-satunya solusi mencegah bau badan, tapi tetap saja kamu dianjurkan untuk senantiasa membersihkan tubuh. Kebersihan tubuh tentu akan mengurangi risiko penyakit kulit sampai bau badan. Selain itu, mandilah dan berganti baju secara teratur agar kulitmu tetap harum dan terhindar dari bakteri penyebab bau badan.

Bau badan mungkin bukan penyakit serius yang berbahaya. Namun tetap saja masalah sepele tersebut bisa membuat kehidupan sosial dan karier menjadi terganggu. Rasa kepercayaan diri akan berkurang drastis ketika kita memiliki bau badan dan orang lain turut merasakannya.

Jadi, usahakan untuk menjaga kebersihan kulit tubuhmu sendiri, ya! Walaupun bukan jaminan kamu bakal terhindar dari bau badan, tapi setidaknya kamu sudah melakukan usaha yang baik untuk mengurangi risiko bau badan.

6 Fakta dan Mitos Mengenai Bau Badan yang Wajib Kamu Ketahui!

Jangan lupa untuk turut memakai deodorant sebagai langkah paling utama mencegah bau badan. Dove Go Fresh Cucumber & Green Tea Deodorant adalah deodorant yang kami rekomendasikan untuk mencegah bau badan sekaligus membuat tubuh terasa lebih segar.

Dove memperkaya deodorant ini dengan ¼ moisturizing cream untuk menjadikan kulit ketiak halus dan lembut. Selain itu, tekstur deodorant ini juga meresap dengan cepat di kulit sehingga ketiak terasa kering selama 48 jam. Pemilik kulit sensitif juga bisa memakai produk ini karena mengandung 0% alkohol.