Skip to content
bau badan pada remaja

Cara Merawat Kulit Menjadi Sehat dan Mulus Anti Ribet!

Kulit sehat dan mulus bukan impian belaka. Wujudkan dengan cara melakukan sejumlah perawatan sederhana ini di rumah.

Bau badan atau bau ketiak yang terlalu menyengat bisa terjadi pada siapa pun yang mulai beranjak dewasa. Masalah bau badan pada remaja tak hanya berdampak buruk pada self-esteem atau rendah diri di sekolah atau kampus. Bahkan tak jarang hal ini memicu risiko bullying di lingkungan sosial yang menyebabkanmu dijauhi atau diasingkan dari circle pertemanan. 

Tak salah lagi, menghilangkan bau tak menyenangkan dari badan dan ketiak adalah satu-satunya jalan agar kepercayaan dirimu kembali lagi. Bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya tentang penyebab dan tips mengatasi bau badan pada remaja berikut ini!

Bau Badan saat Pubertas? Tenang, Itu Normal Kok!

Tanda-tanda pubertas bisa diketahui dari beberapa perubahan. Salah satunya perubahan aroma tubuh alami akibat lonjakan hormon dan aktivitas kelenjar keringat. Bau badan pun menjadi sesuatu yang normal ketika memasuki masa pubertas.

Keringat yang dikeluarkan pada fase remaja ini juga lebih banyak. Hal ini didukung oleh kelenjar apokrin yang mengeluarkan sekresi dan banyak ditemukan di bagian ketiak, puting, area genital, dan daerah telinga.

Keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin umumnya berbau tak sedap. Terlebih bau ini disebabkan adanya pertemuan antara keringat dengan bakteri.

Penyebab Bau Badan pada Remaja

Berikut penyebab bau yang kurang menyenangkan pada saat masuk fase pubertas:

1. Perubahan Hormon saat Remaja

Saat fase pubertas tiba, peningkatan hormon baru dari kelenjar apokrin semakin membanjiri tubuh dan mengeluarkan sekresi. Mau tak mau di sebagian tempat muncul banyak keringat dan aroma yang lebih bau.

Apalagi kandungan keringat yang keluar bukan hanya berupa air dan garam saja, tetapi juga minyak. Keringat dari kelenjar apokrin ini selain berbau juga memicu aroma yang semakin menyengat dan bisa mengganggu orang-orang di sekitar apabila bercampur bakteri.

2. Kurang Memperhatikan Kebersihan

Kebersihan diri menjadi standar yang harus diperhatikan lebih ketika remaja. Pasalnya, koloni bakteri yang ada di tubuh, pakaian, dan barang-barang yang dipakai bisa menyatu dengan sebum dan keringat dari kelenjar apokrin. Menyebabkan munculnya bau di ketiak, badan, hingga kaki.

Oleh karena itu pastikan kamu menjaga kebersihan pakaian dan anggota badan. Serta jaga agar tidak ada bagian tubuh yang lembap yang bisa menjadi sarang bakteri atau kuman.

3. Tanda Gejala Suatu Penyakit

Terkadang tak semua aroma kurang menyenangkan dari tubuh muncul dari kondisi yang normal. Sebagian masalah bau ini bisa terjadi akibat kondisi penyakit seperti:

  • Infeksi kulit di beberapa bagian tubuh yang menyebabkan keringat berlebih
  • Aroma keringat seperti pemutih pakaian atau bau urine bisa jadi merupakan sinyal penyakit di bagian liver atau ginjal
  • Bau tak sedap seperti bau asam buah mengindikasikan penyakit diabetes
  • Beberapa masalah kesehatan yang membuat bau tubuh berubah
  • Masalah pada tiroid yang overaktif
  • Kondisi genetik, dll.

4. Masih Sering Malas Mandi

Jarang mandi secara teratur 2 kali sehari ternyata memengaruhi bau badan dan bau ketiak yang sangat tajam. Hal ini karena setiap hari bakteri berkembang biak dan berkumpul di badan, ditambah sisa-sisa sel kulit mati yang mengelupas, polusi, debu, hingga sebum, membuat tubuh sangat kotor.

Membersihkan badan dengan mandi dan eksfoliasi berdampak besar meminimalkan bau tak sedap. Nah, kalau ingin bau badan hilang, jangan sampai kamu terlalu banyak rebahan sampai skip mandi ya! 

5. Emotional sweating

Emotional sweating merupakan hasil respon dari rangsangan emosi seperti rasa takut, stres, kecemasan, atau rasa sakit. Keringat ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, tetapi seringnya respon ini kebanyakan muncul di telapak tangan, ketiak, dahi, dan telapak kaki.  Keringat terkait emotional sweating tidak terjadi karena perubahan suhu tetapi karena suasana yang dirasakan oleh individu dalam suatu momen.  

Keluarnya keringat ini berasal dari kelenjar apokrin yang bereaksi kuat terhadap emosi. Selain itu respon ini juga merupakan reaksi terhadap situasi yang menyebabkan tekanan atau stres pada remaja.

6. Obesitas dan Banyak Lipatan Lemak

Badan yang banyak memiliki lipatan lemak juga berisiko memerangkap bakteri dan keringat. Itulah sebabnya orang yang memiliki berat badan berlebih rentan bermasalah dengan bau badan yang tajam dan menyengat. Yuk, kontrol pola makanmu supaya tidak kegemukan!

7. Terlalu Giat dan Aktif Bergerak

Suka berolah raga? Banyaknya keringat saat tubuh bergerak memang berdampak positif terhadap metabolisme tubuh. Apalagi keringat juga membantu penurunan suhu tubuh lebih cepat.

Namun, keringat terlalu banyak dan berbau tak sedap bisa mengganggu orang-orang sekitar. Sehingga kamu perlu mengontrol agar suhu dan lingkungan tempatmu melakukan olah raga tidak terlalu panas dan memiliki ventilasi yang lancar. Cara lainnya kamu bisa memilih jenis olah raga lain seperti berenang yang tidak memicu keringat.

Tips Mengatasi Bau Badan pada Remaja

Dove Ultimate Repair
Yuk, cari tahu bagaimana cara mengatasi bau badan pada usia remaja. Apa saja?

1. Mandi Minimal 2 Kali Sehari

Mandi secara teratur 2 kali sehari ampuh mereduksi aroma tak sedap di tubuh dan ketiak. Apalagi jika proses membersihkan diri dilakukan semaksimal mungkin dengan menggosok daki, kuman, dan sel-sel kulit mati dengan sabun dan air.

Perhatikan area yang banyak berkeringat dan berbau, termasuk di beberapa lipatan tubuh. Gosok area tersebut agar kotoran, bakteri, dan minyak yang menyumbat pori-pori kulit bisa bersih menyeluruh. 

Usahakan mandi minimal 2 kali sehari dalam kondisi normal. Sementara jika kamu berolah raga atau lingkunganmu bersuhu panas, kamu perlu mandi saat keringat telah kering agar aroma badanmu tetap fresh.

2. Pilih Sabun Antiseptik

Sabun dengan kandungan antibakteri atau antiseptik membantu melawan kuman bakteri penyebab bau ketiak. Sabun jenis ini memang diformulasikan secara khusus untuk membunuh bakteri secara klinis.

Memakai sabun antiseptik di spot yang rentan berbau tak sedap ampuh mengurangi jumlah koloni sekaligus mencegah bakteri berkembang biak. 

3. Pakai Deodorant Antiperspirant

Pemilihan produk ketiak juga membantu melawan bau yang kurang menyenangkan. Deodoran membantu menciptakan habitat yang kurang ramah bagi bakteri sekaligus mengharumkan ketiak. Deodoran merupakan opsi terbaik untuk kamu yang tidak mengalami keringat berlebih. 

Sementara antiperspirant berperan untuk  memblokade kelenjar keringat dan menahan keluarnya keringat agar tidak bertemu bakteri penyebab bau. Produk ini merupakan pilihan terbaik untuk kamu yang mengalami keringat berlebih. 

Namun, tak ada salahnya lho memilih produk dengan dua fungsi yakni deodoran antiperspirant, terutama untuk kamu yang memiliki bau badan kuat. Jangan lupa selalu sediakan produk ini di tas ke mana pun kamu pergi agar mudah mengaplikasikannya kembali saat diperlukan.

4. Perbanyak Koleksi Baju yang Menyerap Keringat

Pilih pakaian dengan bahan berserat halus dan efektif menyerap keringat. Hal ini karena baju yang dipakai memengaruhi banyaknya keringat dan bau badan setiap kali beraktivitas. 

Apalagi bakteri sulit berkembang biak jika keringatmu sedikit. Maka dari itu, sebaiknya selalu siapkan baju yang memiliki sirkulasi lancar seperti katun, sutera, wol, atau rayon, yang nyaman dan memungkinkan aliran udara masuk ke serat kain. Hal yang sama juga perlu diperhatikan untuk pemilihan bahan kaos kaki, hijab, ciput, topi, baju olah raga, dll.

5. Rajin Membersihkan Bulu Ketiak

Ketiak yang banyak ditumbuhi rambut bisa menyimpan keringat lebih banyak. Ditambah kotoran, sebum, sel-sel kulit mati yang berkumpul, bulu ketiak rentan menjadi rumah bagi bakteri. Tak heran lipatan ketiak ini cenderung berbau tak sedap, karena memang di sinilah kelenjar apokrin berkumpul lebih banyak dibandingkan tempat lain. 

Agar bau badan mereda, segera bersihkan bulu atau rambut ketiak sebersih mungkin. Kamu bisa mencabut, waxing, atau mencukur dengan shaving cream. Ketiak yang mulus dan bersih dari rambut membantu mengeringkan kulit ketiak lebih cepat saat berkeringat. Sehingga bau badan hilang karena tidak sempat terpapar bakteri.

6. Perhatikan Makananmu!

Beberapa jenis makanan seperti bawang putih, bawang merah, alkohol, minuman berkafein, rokok, petai, jengkol, ikan, dan daging merah bisa mempertajam aroma badan. Oleh karenanya, kurangi makanan penyebab bau badan serta pastikan untuk rajin mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan berserat tinggi dan aneka sayuran, teh hijau, gandum utuh, dll. Yuk, makin mindful saat makan agar tubuh sehat luar dalam!

8. Perbanyak minum air putih

Mengonsumsi air putih dengan kadar yang cukup membantu menggelontor racun yang ada di tubuh. Dengan begitu bau badan bisa berkurang. Selain minum air, mengonsumsi buah dengan kadar air tinggi juga membantu meminimalkan aroma tak sedap saat berkeringat. Misalnya, buah semangka, apel, melon, blewah, serta mentimun.

9. Cuci baju sebersih mungkin

Terkadang baju yang dicuci asal-asalan tetap menimbulkan bau tak sedap meski kotorannya tak kasat mata. Memisahkan pakaian sesuai jenisnya dan membersihkannya dengan maksimal adalah faktor penentu apakah baju masih kotor atau tidak setelah dicuci.

Beberapa jenis bakteri masih berakumulasi dan berkembang biak jika pencucian baju kurang sempurna. Bau badan pun akan tetap muncul. Selalu pastikan untuk mencuci baju sebersih mungkin dan keringkan dengan sempurna agar bakteri benar-benar lenyap dari pakaian secara tuntas.

10. Konsultasikan ke dokter untuk masalah bau badan yang serius

Jika kamu telah mencoba beragam cara untuk mengatasi bau badan tetapi belum berhasil, sebaiknya bicarakan dengan dokter ahli.

Dove Powder Soft Deodorant: Ampuh Mengatasi Bau Badan dan Bau Ketiak pada Remaja

 

Dove Ultimate Repair

Percayakan solusi menghilangkan bau badan dan keringat berlebih dengan Dove Powder Soft Antiperspirant Deodorant (versi Roll On) dan Dove Powder Soft Deodorant (versi Spray). Varian Dove Powder Soft satu ini begitu menenangkan karena keharumannya yang lembut seperti bedak bayi. 

  • Di dalamnya terkandung  ¼ moisturising cream untuk menghaluskan dan melembutkan kulit ketiak
  • Tanpa kandungan alkohol (0%) yang tentunya aman serta meminimalkan potensi iritasi pada kulitmu
  • Mengandung wangi bunga peony + freesia yang lembut. Mengingatkan aroma bedak bayi yang memberikan rasa nyaman di indera penciuman.
  • Menutrisi kulit dari dalam dan mencegah iritasi akibat mencukur.
  • Kulit ketiak terasa nyaman dengan sensasi lembut seperti sutera dan beludru.
  • Kandungan antiperspirantnya menjaga ketiak kering dan menahan keringat selama 48 jam.

Gunakan setiap sehabis mandi di pagi hari sebelum beraktivitas. Ada dua versi yang bisa kamu coba. Pilih versi roll on untuk alasan kepraktisan atau pilih versi spray untuk kamu yang suka formulasi cepat kering dan higienis. 

Dengan Dove, kegiatanmu makin lancar dan penuh semangat di circle sekolah atau kampusmu yang padat! Tetap percaya diri tanpa bau badan lagi!

 

Referensi: 

    https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/jemima/cara-alami-untuk-mengatasi-bau-ketiak-pada-remaja/4

    https://skata.info/article/detail/844/bau-badan-lebih-menyengat-ketika-usia-remaja-ini-alasannya

    https://www.safeguard.ph/en-ph/stop-the-stink

    https://www.verywellhealth.com/what-causes-body-odor-4154534

    https://www.verywellfamily.com/help-your-tween-conquer-body-odor-3288387

    https://www.fatherly.com/health-science/why-preteens-smell-bad-puberty/