Skip to content
Stop Body Shaming! Yuk, Sesama Wanita Saling Membantu dan Menghargai Keberagaman

Stop Body Shaming! Yuk, Sesama Wanita Saling Membantu dan Menghargai Keberagaman

Apa itu body shaming? Body shaming adalah merendahkan fisik orang lain atau diri sendiri. Merupakan salah satu jenis bullying yang kerap terjadi tanpa disadari.

Kian banyak kaum hawa yang krisis pede akibat pendapat orang lain terkait bentuk fisiknya. Inilah saatnya menjelaskan apa itu body shaming dan mengapa penting bagi kita sesama wanita untuk berhenti melakukannya.

 

Apa Itu Body Shaming?

Body shaming adalah salah satu tipe bullying yang dilakukan dengan cara mengomentari fisik orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Komentar tersebut terkait dengan bentuk tubuh, ukuran tubuh, dan penampilan fisik yang ditujukan untuk orang lain maupun diri sendiri.

Body shaming bukanlah hal baru. Tindakan ini sudah ada sejak dulu dan kini semakin merambah ke dunia maya dengan skala yang lebih luas bahkan lebih anonim dibandingkan sebelumnya. Medsos para wanita dewasa dan remaja semakin mengkhawatirkan dengan fenomena ini.

Umumnya kita membandingkan cantik tidaknya diri kita dengan teman-teman di media sosial. Jika kita tidak memiliki penampilan ideal seperti pendapat mainstream, bisa saja muncul kecemasan dan ketidaknyamanan pada diri sendiri.

Kita mungkin mempertanyakan mengapa kita tidak secantik selebriti, model, atau teman-teman mereka di media sosial? Mengapa hidung, rambut, kaki, dan penampilan fisik kita tidak sesempurna orang lain?

Membiarkan hal ini akan semakin menurunkan kepercayaan diri terkait kualitas diri. Padahal kualitas dan kemampuan seseorang tidak ada hubungannya dengan penampilan. Simak 3 alasan mengapa kita perlu berhenti melakukan body shaming mulai sekarang.

 

Mengapa Kita Harus Stop Body Shaming?

1.  Meningkatkan Kesehatan Mental

Terkadang sebagian wanita berpikir bahwa melakukan body shaming bisa berdampak positif. Yakni untuk mendorong seseorang memperbaiki penampilannya, menurunkan berat badannya, meningkatkan kualitas diri, atau menjaga kesehatan.

Sayangnya hal itu terbukti justru memperburuk kesehatan mental alih-alih menambah kualitas diri. Riset menunjukkan bahwa body shaming tidak membantu dalam memotivasi perubahan dan justru melukai perasaan orang lain. Rasa terluka akibat body shaming bisa memicu stres, tertekan, dan mengganggu kesehatan mental.

Sesama wanita kita perlu saling mendukung dan menghargai bentuk fisik yang dianugerahkan untuk kita. Bersyukur dengan apa yang kita miliki justru membuat kualitas diri lebih meningkat secara positif.

2.  Sebagai Pengingat Bahwa Semua Wanita Cantik

Kebanyakan wanita merasa kurang dengan tubuh mereka. Mulai dari rambut hingga ujung kaki, ada saja bagian yang kurang sempurna. Alasan ini kadang membuat wanita membandingkan diri dengan orang lain dan berkomentar negatif tentang tubuh mereka. Lingkaran siklus body shaming tidak akan berhenti jika kita hanya melihat kekurangan diri dan tidak mensyukuri apa kelebihan yang sudah ada.

Ingatlah bahwa pada dasarnya semua wanita itu cantik. Mulailah dengan mengenali dan mencintai diri sendiri. Kemudian bertemanlah dengan mereka yang berpandangan positif/netral terkait bentuk tubuh. Berpikirlah bahwa semua orang itu menarik dengan fitur kecantikan yang berbeda-beda.

Selain itu jangan terlibat dengan pembicaraan terkait pujian atau celaan tentang fisik seseorang. Alihkan topik pembicaraan dengan lebih menekankan performa atau kemampuan orang lain dibanding soal wajah, rambut, atau pakaian.

3.  Memberikan Kekuatan dan Energi Sesama Wanita

Apa jadinya jika masyarakat menyuburkan praktik body shaming pada sesama? Menyebut orang lain dengan kata-kata gemuk, cungkring, jangkung, atau cebol, menyebabkan hilangnya kekuatan diri untuk fokus bertumbuh dengan potensi yang dimiliki.

Sesama wanita kita perlu saling mendukung dengan mengapresiasi kelebihan yang kita punya. Mengganti kata sifat yang menunjukkan ciri fisik dengan kata yang menunjukkan kemampuan. Coba rasakan, bukankah lebih bijak jika kita mengapresiasi kelebihan orang lain dengan kata-kata, misalnya:

- Kamu kuat

- Kamu orang yang teliti

- Kamu berani

- Kamu bertanggung jawab

Cobalah mengganti fokusmu dengan menilai kualitas orang lain untuk menguatkan dan memberi energi positif bagi mereka.

Itulah alasan mengapa kita perlu menerima perbedaan fisik kita dan mengubah perspektif tentang tubuh kita menjadi lebih positif. Jangan sampai kita kehilangan fokus untuk mengoptimalkan kelebihan yang sudah ada dan terpaku dengan komentar miring.

Saatnya kita rayakan beragam kecantikan apapun bentuk tubuh, bentuk rambut, dan warna kulit kita. Bersama Dove, mari kita Stop Body Shaming dan saling mendukung satu sama lain! Gunakanlah produk unggulan dari Dove Deodorant, Dove Original Deodorant  yang mengandung ¼ moisturising cream yang menjaga kelembapan dan kehalusan kulit ketiak. Ketiak ternutrisi dan semakin halus dan lembut. Dove Original Deodorant menjadi pilihan tepat untuk kamu yang mendambakan ketiak super halus dan lembut.

Dove Deo Original