Skip to content
Ingin Miliki Rambut Berhijab yang Sehat? Siapa Takut

Ingin Miliki Rambut Berhijab yang Sehat? Siapa Takut!

Cara menata rambut panjang yang cocok untuk perempuan berhijab. Mulai dari teknik menguncir, pemilihan ciput dan inner, serta produk perawatan yang tepat.

Dove Ultimate Repair
Yuk, cari tahu bagaimana cara mengatasi bau badan pada usia remaja. Apa saja?

1. Mandi Minimal 2 Kali Sehari

Mandi secara teratur 2 kali sehari ampuh mereduksi aroma tak sedap di tubuh dan ketiak. Apalagi jika proses membersihkan diri dilakukan semaksimal mungkin dengan menggosok daki, kuman, dan sel-sel kulit mati dengan sabun dan air.

Perhatikan area yang banyak berkeringat dan berbau, termasuk di beberapa lipatan tubuh. Gosok area tersebut agar kotoran, bakteri, dan minyak yang menyumbat pori-pori kulit bisa bersih menyeluruh. 

Usahakan mandi minimal 2 kali sehari dalam kondisi normal. Sementara jika kamu berolah raga atau lingkunganmu bersuhu panas, kamu perlu mandi saat keringat telah kering agar aroma badanmu tetap fresh.

2. Pilih Sabun Antiseptik

Sabun dengan kandungan antibakteri atau antiseptik membantu melawan kuman bakteri penyebab bau ketiak. Sabun jenis ini memang diformulasikan secara khusus untuk membunuh bakteri secara klinis.

Memakai sabun antiseptik di spot yang rentan berbau tak sedap ampuh mengurangi jumlah koloni sekaligus mencegah bakteri berkembang biak. 

3. Pakai Deodorant Antiperspirant

Pemilihan produk ketiak juga membantu melawan bau yang kurang menyenangkan. Deodoran membantu menciptakan habitat yang kurang ramah bagi bakteri sekaligus mengharumkan ketiak. Deodoran merupakan opsi terbaik untuk kamu yang tidak mengalami keringat berlebih. 

Sementara antiperspirant berperan untuk  memblokade kelenjar keringat dan menahan keluarnya keringat agar tidak bertemu bakteri penyebab bau. Produk ini merupakan pilihan terbaik untuk kamu yang mengalami keringat berlebih. 

Namun, tak ada salahnya lho memilih produk dengan dua fungsi yakni deodoran antiperspirant, terutama untuk kamu yang memiliki bau badan kuat. Jangan lupa selalu sediakan produk ini di tas ke mana pun kamu pergi agar mudah mengaplikasikannya kembali saat diperlukan.

4. Perbanyak Koleksi Baju yang Menyerap Keringat

Pilih pakaian dengan bahan berserat halus dan efektif menyerap keringat. Hal ini karena baju yang dipakai memengaruhi banyaknya keringat dan bau badan setiap kali beraktivitas. 

Apalagi bakteri sulit berkembang biak jika keringatmu sedikit. Maka dari itu, sebaiknya selalu siapkan baju yang memiliki sirkulasi lancar seperti katun, sutera, wol, atau rayon, yang nyaman dan memungkinkan aliran udara masuk ke serat kain. Hal yang sama juga perlu diperhatikan untuk pemilihan bahan kaos kaki, hijab, ciput, topi, baju olah raga, dll.

5. Rajin Membersihkan Bulu Ketiak

Ketiak yang banyak ditumbuhi rambut bisa menyimpan keringat lebih banyak. Ditambah kotoran, sebum, sel-sel kulit mati yang berkumpul, bulu ketiak rentan menjadi rumah bagi bakteri. Tak heran lipatan ketiak ini cenderung berbau tak sedap, karena memang di sinilah kelenjar apokrin berkumpul lebih banyak dibandingkan tempat lain. 

Agar bau badan mereda, segera bersihkan bulu atau rambut ketiak sebersih mungkin. Kamu bisa mencabut, waxing, atau mencukur dengan shaving cream. Ketiak yang mulus dan bersih dari rambut membantu mengeringkan kulit ketiak lebih cepat saat berkeringat. Sehingga bau badan hilang karena tidak sempat terpapar bakteri.

6. Perhatikan Makananmu!

Beberapa jenis makanan seperti bawang putih, bawang merah, alkohol, minuman berkafein, rokok, petai, jengkol, ikan, dan daging merah bisa mempertajam aroma badan. Oleh karenanya, kurangi makanan penyebab bau badan serta pastikan untuk rajin mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan berserat tinggi dan aneka sayuran, teh hijau, gandum utuh, dll. Yuk, makin mindful saat makan agar tubuh sehat luar dalam!

8. Perbanyak minum air putih

Mengonsumsi air putih dengan kadar yang cukup membantu menggelontor racun yang ada di tubuh. Dengan begitu bau badan bisa berkurang. Selain minum air, mengonsumsi buah dengan kadar air tinggi juga membantu meminimalkan aroma tak sedap saat berkeringat. Misalnya, buah semangka, apel, melon, blewah, serta mentimun.

9. Cuci baju sebersih mungkin

Terkadang baju yang dicuci asal-asalan tetap menimbulkan bau tak sedap meski kotorannya tak kasat mata. Memisahkan pakaian sesuai jenisnya dan membersihkannya dengan maksimal adalah faktor penentu apakah baju masih kotor atau tidak setelah dicuci.

Beberapa jenis bakteri masih berakumulasi dan berkembang biak jika pencucian baju kurang sempurna. Bau badan pun akan tetap muncul. Selalu pastikan untuk mencuci baju sebersih mungkin dan keringkan dengan sempurna agar bakteri benar-benar lenyap dari pakaian secara tuntas.

10. Konsultasikan ke dokter untuk masalah bau badan yang serius

Jika kamu telah mencoba beragam cara untuk mengatasi bau badan tetapi belum berhasil, sebaiknya bicarakan dengan dokter ahli.

Dove Powder Soft Deodorant: Ampuh Mengatasi Bau Badan dan Bau Ketiak pada Remaja

 

Apakah kamu beranggapan bahwa menata rambut panjang saat berhijab itu susah dan ribet sehingga lebih baik potong pendek saja? Itu cerita lama! Kini siapapun harus percaya diri dengan rambut panjang, termasuk jika kamu harus berhijab saat beraktivitas.  

Kuncinya ada pada perawatan rambut yang dilakukan sehari-hari. Jika kamu konsisten dan rajin menjaga rambutmu dengan ritual yang tepat, rambut panjang sehat nan cantik impianmu bisa menjadi nyata! Yuk, simak cara menata rambut panjang yang cocok untuk perempuan berhijab:

1.  Menyisir Rambut sebelum Keramas

Malas menyisir karena rambut panjang dan tertutup khimar seharian? Jangan salah! Justru rambut tetap harus disisir agar terhindar dari kusut masai dan gampang patah. Namun, pastikan kamu menyisir saat rambut kering atau sebelum mencuci rambut. Pasalnya rambut yang disisir usai keramas atau saat basah berisiko rontok lebih banyak karena folikel dalam kondisi lemah menahan rambut. 

Selain itu, jenis sisir yang dipakai memengaruhi rambut juga loh. Pastikan untuk memakai sisir berbahan alami yang lembut, dengan gigi-gigi renggang agar rambut tidak bergesek sehingga mudah patah. Pilih juga ujung sisir atau sikat rambut yang empuk dan hindari bahan metal agar tidak menggores kulit kepala dan menyebabkan luka/iritasi. 

2.  Istirahatkan Rambut saat di Rumah Aja

Saat di rumah istirahatkan rambut dari hijab, produk rambut, maupun ikatan. Caranya dengan menggerainya agar leluasa bernapas. 

Jika perlu, kamu bisa menggerai sambil berjemur di bawah sinar mentari pagi dan mengangin-anginkan rambut guna mendapat manfaat vitamin D. Meluangkan waktu 10 menit saja setiap pagi efektif untuk meraih manfaat sehat matahari pagi yang berpotensi menstimulasi pembentukan folikel baru.

3.  Pampering is a Must!

Berhijab atau tidak, memanjakan rambut itu 'wajib', ya! Pasalnya setiap hari rambut menghadapi tekanan bahkan stres akibat paparan cuaca, polusi, dan sinar ultraviolet. Meskipun tertutup hijab, rambut pun rentan trauma dengan treatment yang sehari-hari dilakukan. Seperti rambut yang sering mengalami tarikan keras dari karet elastis, terpapar bahan kimia produk, hingga kurangnya sirkulasi udara di balik hijab. 

Nah, ada cara gampang supaya rambut tetap sehat dan cantik. Caranya yakni memanjakan rambut dengan creambath nyaman ala salon di rumah saja! Gunakan Dove Creambath - Hair Growth Ritual setiap 2-3 minggu sekali untuk merelaksasi dan merevitalisasi rambutmu hingga kembali segar dan cantik. Pakai masker rambut dengan mengusapkan krim dari Dove Creambath - Hair Growth Ritual secukupnya ke setiap helai rambut. Diamkan selama 10 menit sambil ditutup hair wrap dan handuk panas. Kemudian bilas dengan air sejuk. Rambut kembali sehat, cantik, dan makin panjang terawat. 

4.  Mengikat Rambut atau Mengepangnya dengan Longgar

Bagi pemilik rambut panjang, kamu bisa kok merapikan rambut secara efektif tanpa merusak batang rambut. Coba deh ikat rambutmu secara longgar atau mengepangnya dengan rapi menjadi 1-2 kepangan. Pastikan kamu melakukannya dengan lembut dan tidak terlalu kencang agar rambut tidak patah dan rontok ya!

5.  Keramas dengan Sampo dan Kondisioner Khusus Rambut Berhijab  

Rambut cantik dan sehat memerlukan perawatan tepat dengan shampo dan kondisioner khusus rambut berhijab. Misalnya memakai shampo halal yang diformulasikan khusus untuk muslimah Indonesia, yakni Dove Habbatus Sauda. 

Diformulasikan dengan ekstrak habbatussauda, menthol, & aloe vera dari Timur Tengah, Dove Hijab Natural Anti Ketombe dan Menthol Dingin dengan Habbatus Sauda dan Lidah Buaya yang terinspirasi dari ritual perawatan rambut wanita yang halal dari Timur Tengah dapat menjadi pilihan bagi perempuan berhijab. Sampo Dove Hijab Natural Anti Ketombe dan Menthol Dingin dengan Habbatus Sauda dan Lidah Buaya mengandung habbatussauda, menthol dingin, dan aloe vera yang akan mencegah ketombe & meredakan kulit kepala gatal untuk rasa segar dan dingin tanpa lepek serta meringankan sensasi terbakar yang diberikan kulit kepala gatal

6.  Jangan Menguncir Rambut Terlalu Tinggi

Menguncir di atas kepala saat berhijab tak hanya membuat penampilan hijabmu tampak menonjol dan tidak seimbang. Bahkan ada dampak buruknya lho, yakni ikatan yang terlalu tinggi berpotensi menyebabkan risiko pusing dan rambut patah akibat terlalu tertarik kencang sehingga rambut rawan rontok parah jika dilakukan dalam waktu lama.

Sebaiknya ikat rambut dalam posisi rendah di belakang kepala. Tujuannya agar rambut rapi, terhindar dari patah dan rontok, serta tidak menyebabkan sakit kepala saat berhijab. 

7.  Kenakan Inner atau Ciput Berkualitas

Fungsi ciput atau inner hijab untuk membantu memantapkan posisi kerudung agar tidak mudah bergeser dan menjaga anak-anak rambut keluar dari hijab. Meski terletak di dalam, bukan berarti kamu boleh sembarangan memilih ciput tanpa mempertimbangkan kualitas materialnya.

Ciput yang berkualitas memiliki bahan yang nyaman, menyerap keringat, dan lembut. Bisa berasal dari wol lembut, katun, atau rayon. Semakin berkualitas bahan inner hijabmu, semakin minim risiko rambutmu mengalami kerusakan akibat gesekan dengan serat kain. 

8.  Hindari Bahan Hijab yang licin atau bertekstur 

Bahan hijab yang populer seperti satin atau organza memang tampak cantik saat dipakai. Tetapi jangan sampai mengorbankan rambut sehatmu karena bahan hijab yang licin dan tekstur kain sintetis memiliki efek kurang baik pada rambut. Bahkan kadang menyebabkan gerah dan panas jika dipakai dalam waktu lama. 

Makanya, coba deh ganti koleksi hijabmu dengan bahan-bahan kain yang nyaman dan aman untuk rambut. Misalnya, hijab berbahan serat alami katun, atau semi-sintetis tetapi lembut seperti rayon viscose.

Nah, kini kamu sudah tahu cara merawat rambut yang berkerudung agar tetap cantik dan sehat. Makin mantap berhijab dan percaya diri dengan rambut panjang dong tentunya? Yuk, sama-sama merawat mahkota rambut kita!