Marlyee Copeland, 28

Beranjak dewasa, saya mulai tidak percaya diri dengan penampilan saya. Walaupun ibu selalu mengatakan betapa cantiknya saya, banyak faktor yang membuat saya tidak berpikir demikian. Saya berdarah campuran (ibu saya orang Inggris berkulit putih, ayah saya orang Jamaika berkulit hitam) dan saya tumbuh besar di daerah suburban, di kota dengan mayoritas orang kulit putih. Saat TK, saya berpikir betapa berbedanya warna kulit saya dengan warna kulit boneka yang saya mainkan. Saat SD, saya merasa rambut saya tidak sama seperti rambut gadis lain yang ada di buku. Di SMA, orang yang populer dan menjadi idola tidak terlihat sama seperti saya. 

Saat remaja, saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk mewujudkan definisi kecantikan yang tidak mungkin tercapai; Meluruskan rambut, merapikan alis, dan memakai make up. Saya ingat bagaimana wajah sedih ibu saat pertama kalinya saya meluruskan rambut. Ia tak pernah bosan untuk memberitahu bahwa saya selalu cantik dan hal itulah yang meningkatkan rasa percaya diri saya.- Marlyee, 28
@Dove
2016-03-31T00:00:00.000Z

Saya terus menerus mencoba mengubah penampilan saya. Salah satu teman pernah mengatakan, "Kamu harus lebih berusaha dan memakai banyak makeup. Dengan begitu, anak laki-laki akan lebih menyukaimu." Jadi, selama bertahun-tahun saya menghabiskan waktu berjam-jam meluruskan rambut dan merapikan alis. Semuanya untuk mewujudkan definisi kecantikan yang tidak mungkin tercapai.

Titik baliknya adalah ketika saya mendapatkan pekerjaan pertama saya di klub ekskul anak-anak. Di sana saya melihat anak perempuan berumur 5 tahun dan sudah mulai merasa tidak percaya diri dengan penampilan mereka. Sementara bagi saya, setiap anak itu mengagumkan luar dan dalam. Pekerjaan ini membantu saya mengubah pandangan tentang arti kecantikan. Tidak hanya itu, pekerjaan ini pun membantu saya sadar apa yang terpenting. Penampilan saya tidak bergantung dari penilaian orang.

Sebagai seorang wanita, kita akan selalu dikuasai standar kecantikan yang sudah ditentukan. Jadi, saya percaya kita perlu mengubahnya dengan berani mendobrak aturan tersebut dan mendefinisikan kembali arti kecantikan yang sesungguhnya.