Christa, 42

Saya memakai rambut palsu saat rambut saya mulai rontok di usia tujuh sampai 25 tahun. Saya tidak merasa cantik sama sekali saat tumbuh dewasa. Ketika masih kecil, saya hanya ingin seperti anak lainnya. Saya sama sekali tidak ingin menjadi berbeda. Saya ingin seperti orang lain. 

Ketika bercermin, saya terkadang berpikir, ternyata saya cantik juga. Meskipun hidup ini berat, namun saya tetap bisa merasa nyaman dengan bentuk tubuh saya. Sebagai seniman figuratif dan menjadikan tubuh saya sendiri sebagai subjek, hal ini membantu saya belajar untuk selalu mensyukuri tubuh -bagaimana pun bentuknya. - Lilly, 23
@Dove
2016-03-31T00:00:00.000Z

Saya bersembunyi di balik rambut palsu. Saya takut pada apa yang akan dikatakan orang ketika saya melepasnya. Tapi, sebenarnya saya merasa lebih jelek saat memakainya dibandingkan ketika tidak memakainya. Saat memakai rambut palsu, saya tidak suka bercermin karena tidak suka melihat penampilan saya di cermin. Saya merasa benar-benar palsu. Di rumah, saya memakai scarf atau topi beanie dan saat melihat diri sendiri di cermin, saya berpikir, "Wow, kamu terlihat cantik seperti itu."

Saya berpergian ke Venezuela dengan beberapa teman saat berusia 22 tahun dan saat itulah saya sadar. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami sampai ke tempat indah yang berada di dekat laut. Di sana kami berkemah dan semua orang ingin berenang telanjang. Pada saat itu juga saya memutuskan, "Saya akan melakukannya. Saya akan melepas rambut palsu." Dan saya belum pernah merasa sebebas itu. Ketika kembali ke Amerika Serikat, saya tetap memakai rambut palsu untuk beberapa tahun sampai akhirnya saya pindah ke Chicago pada usia 25 tahun. Setelah melepasnya, saya mulai merasa, "Sebenarnya, saya ini menarik." Dan ketika merasa cantik, orang lain pun mulai memperhatikan saya.... dan saya mulai mendapat banyak ajakan kencan. Semua itu mulai terjadi begitu saya menyakinkan diri bahwa saya ini memang cantik.